Sidang Paripurna Daerah PRSSNI Jabar Kobarkan Optimisme Radio di Era Digital
Sidang Paripurna Daerah (SPD) III PRSSNI Jawa Barat menyalakan semangat baru bagi pengelola radio di tengah persaingan media digital. Sekretaris Umum PRSSNI Pusat, Candi Sinaga, mengapresiasi langkah inovatif PRSSNI Jabar, seperti optimalisasi radio visual dan pelaksanaan survei pendengar yang melibatkan radio anggota dan masyarakat. “Data yang dikumpulkan sangat berguna bagi pengiklan dan menunjukkan potensi besar di daerah,” ungkapnya di Aula Radio Maestro, Bandung.
Semangat serupa juga dirasakan oleh Komisioner KPID Jabar, Dr. Achmad Abdul Basith dan Jalu P. Priambodo. Menurut Basith, kebangkitan radio di Jabar mulai terlihat nyata. “Langkah berbasis data yang diambil PRSSNI Jabar sangat tepat. Platform besar dunia pun kini menjual data—radio harus mulai ke arah sana,” katanya.
Radio, tambah Basith, masih menjadi media yang menjangkau titik-titik terjauh di Jawa Barat, dibandingkan media digital. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar radio agar kebangkitan ini dirasakan secara merata, bukan oleh satu-dua stasiun saja.
Sementara itu, Kukuh Dwi Setiawan dari BKKBN Jabar menilai radio masih sangat efektif sebagai media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), namun perlu penyesuaian konten sesuai segmen radio. Ia membuka peluang kerja sama dengan PRSSNI Jabar untuk menyampaikan pesan program BKKBN secara lebih tepat sasaran.
Ketua PRSSNI Jabar, Joesoef “Yoppie” Siregar, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi dan kemitraan, termasuk dengan KPID dan BKKBN, demi peningkatan SDM dan keberlanjutan industri radio. Ia juga menyebut bahwa tim Litbang PRSSNI Jabar selama dua tahun terakhir telah mengembangkan digitalisasi siaran dan survei pendengar, yang mendapat apresiasi positif dari biro iklan nasional.
Dengan tema “Optimalisasi & Kolaborasi – Radio Siaran di Jawa Barat, Radio Masih Eksis, Radio Masih Didengar,” SPD III menjadi tonggak penting optimisme baru radio siaran swasta di tanah Pasundan.